fbpx
Jenis Jarum Jahit Tangan untuk Berbagai Macam Jahitan dan Pola Hiasan

Jenis Jarum Jahit Tangan untuk Berbagai Macam Jahitan dan Pola Hiasan

Menjahit dengan tangan memang memiliki keasyikan tersendiri. Meski perlu kesabaran yang lebih, hasil jahitan tangan yang dilakukan dengan detail dan telaten seringkali menghasilkan pola-pola yang lebih indah dibandingkan dengan hasil jahitan menggunakan mesin. Jahitan tangan sangat bergantung pada dua peralatan jahit utama yakni jarum dan benang. Jarum merupakan alat jahit utama yang harus selalu tersedia. Berbagai macam jenis jarum pun siap untuk dipilih untuk memudahkan proses menjahit. Setiap jarum jahit, baik yang lebih difungsikan untuk menjahit dengan tangan maupun jarum jahit mesin memiliki fungsi dan karakter yang berbeda. Namun tidak jarang, perbedaan antar jarum satu dan lainnya masih belum terlalu diperhatikan.

Berikut ini adalah beberapa jenis jarum jahit tangan yang paling sering digunakan untuk membuat pola-pola jahitan tertentu, maupun mengkreasikan hiasan pada kain.

1. Jarum Jahit Tangan (sharp needle)

Jarum jahit tangan merupakan salah satu jenis jarum yang paling sering digunakan. Jarum ini memiliki lubang benang bulat dengan panjang medium. Berbagai jenis pola jahitan umumnya dapat dilakukan dengan jarum yang satu ini. Ukurannya bervariasi mulai 1-12. Ukuran 6-9 adalah yang paling banyak digunakan.

2. Jarum Sulam/Bordir (embroidery/crewel needle)

Ciri utama dari jarum ini adalah lubang benangnya yang panjang dan sempit dengan ujung runcing. Lubang yang panjang dimaksudkan untuk mengakomodasi benang bordir yang relatif lebih tebal dari benang biasa. Seperti namanya, jarum ini berfungsi untuk membuat bordiran di kain. Jarum embroidery memiliki beberapa macam ukuran antara 1-10. Ukuran 6-8 adalah pilihan yang paling banyak digunakan. Apabila ingin menyulam kain dengan gramasi yang relatif ringan dengan dua benang, maka nomor 7 adalah pilihan terbaik.

3. Jarum Tapestry

Jarum ini memiliki ujung yang tumpul dengan lubang benang berbentuk oval besar. Lubang benang yang besar berfungsi untuk mempermudah pemasangan benang, sedangkan ujungnya yang tumpul dapat menyelinap dengan lembut melalui lubang antar serat kain tanpa merusak jalinan benangnya. Jarum tapestry tersedia dengan beberapa ukuran mulai 13-28. Namun terdapat sedikit perbedaan arti ukuran pada jarum tapestry di mana semakin besar nomornya, semakin kecil ukuran jarumnya. Untuk kain-kain berserat halus, sebaiknya hindari menggunakan jarum berukuran besar. Hal ini karena hasil jahitan yang didapatkan justru tidak akan maksimal.

4. Jarum Manik-manik (beading needle)

Jarum ini digunakan untuk menyematkan manik-manik atau ornamen serupa pada kain. Karena ukuran manik-manik yang relatif kecil, maka jarum jahit biasa seringkali tidak dapat digunakan. Dibutuhkan jarum dengan lubang benang yang kecil pula, agar dapat masuk melintasi lubang manik-manik. Selain itu, ukuran jarum juga harus lebih panjang dari jarum biasa agar dapat menyematkan beberapa manik-manik sekaligus. Di sinilah jarum manik-manik sangat diperlukan.

5. Jarum Chenille

Lubang benang yang lebar dengan ujung sangat runcing merupakan ciri utama dari jarum Chenille. Bukan tanpa alasan, lubangnya yang lebar memang digunakan untuk tempat masuk pita atau benang-benang tebal. Jarum ini hadir dalam beberapa ukuran antara 13-24 disesuaikan dengan kebutuhan benang atau pita. Untuk pita sutera misalnya, ukuran 20-22 adalah ukuran paling pas.

6. Jarum Darner

Jarum ini memiliki lubang benang yang sangat besar, sehingga paling tepat digunakan untuk menjahit dengan benang tebal atau pita yang lebar. Ciri khas yang paling terlihat dari jarum ini adalah ujungnya yang sedikit membengkok. Bentuk ini memberikan kemudahan ketika akan menarik jahitan.

7. Jarum Quilting

Kelebihan dari jarum ini adalah ia dapat membuat jahitan yang sangat kecil yang dibutuhkan dalam quilting dan hemming. Terdapat beberapa variasi ukuran pada jarum Quilting. Ciri khas dari jarum ini adalah lubang benangnya yang bulat dan kecil.

8. Jarum Felt (felting needle)

Jarum yang satu ini memiliki bentuk yang cukup unik yakni menyerupai huruf L. Berfungsi untuk memberikan tusukan pada bahan felt atau wol secara terus-menerus.

9. Jarum Kanvas

Jarum Kanvas memiliki bentuk yang tebal dengan ujung tumpul. Jarum jenis ini paling cocok digunakan untuk menjahit pada bahan kanvas dengan tekstur uniknya.

10. Bodkins

Bentuknya mirip dengan jarum kanvas, namun dengan ukuran yang lebih panjang. Jarum ini lebih sering ditemui dengan ujung tumpul dengan lubang benang yang lebar. Banyak digunakan untuk menjahit benang elastis, pita, atau benang plastik.

11. Jarum Lengkung (curved needle)

Memiliki nama lain jarum pelapis, jarum dengan bentuk melengkung ini berfungsi untuk memperbaiki kain pelapis yang cenderung berat dan memberikan hasil jahitan yang samar atau bahkan tidak terlihat. Jarum lengkung juga membantu menjangkau jahitan yang sulit untuk dilakukan dengan jarum lurus kebanyakan.

12. Jarum Kulit (leather needle)

Seperti namanya, jarum ini diciptakan secara khusus untuk menjahit jenis bahan kain dari kulit dan semacamnya. Terdapat tiga ukuran yang paling sering digunakan antara lain nomor 14, 16, dan 18. Masing-masing digunakan untuk tingkatan ketebalan bahan kulit yang berbeda.

13. Jarum Milliners

Jarum ini memiliki fungsi hampir serupa dengan jarum Quilting namun dengan ukuran dan lubang benang yang lebih panjang. Jarum Milliners sering digunakan untuk membuat rajutan hingga jahitan-jahitan dekoratif. Hiasan-hiasan seperti simpul bunga umumnya dibuat menggunakan jarum Milliners.

 

Menjahit dengan tangan memiliki tantangan dan membutuhkan kesabaran yang lebih. Namun terdapat keasyikan tersendiri ketika melakukan jahitan-jahitan menggunakan tangan. Agar hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan, pemilihan jenis jarum jahit tangan yang tepat tentu menjadi hal penting yang harus dipersiapkan sebelum mulai menjahit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *